Tampilkan postingan dengan label academics. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label academics. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Mei 2013

MOTWEB



MASTER OF TEACHER WEBSITE (MOTWEB) BERBASIS E-LEARNING
SEBAGAI SISTEM PENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK
UNTUK MEMPERBAIKI KUALITAS GURU SD DI YOGYAKARTA

A.    LATAR BELAKANG
Undang-undang Republik  Indonesia Nomor 14 Tahun 2006/ Bab IV pasal 10, menguraikan bahwa kompetensi guru meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Keempat kompetensi tersebut sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Sebagaimana kita ketahui bahwa kondisi pendidikan saat ini belum menunjukkan kemajuan yang signifikan. Hal tersebut dapat dilihat dari kondisi guru yang ada saat ini. Fasli Jalal (2008),  Dirjen Pendidikan Tinggi menyatakan hampir separuh dari 2,6 juta guru yang ada dianggap belum layak mengajar. Kualifikasi kompetensinya tidak memenuhi sebagaimana telah diuraikan i atas. Padahal, guru merupakan faktor yang terpenting dalam peningkatan mutu pendidikan. Sebagaimana telah dilaksanakan pada negara-negara maju yang kualitas pendidikannya jauh lebih tinggi dibanding Indonesia, guru yang ideal menurut Anies Baswedan, Ph.D dalam Jodhi (2011), rektor Universitas Paramadina, seorang guru mesti menguasai dua konsep dasar, yaitu kepengajaran (pedagogi) dan kepemimpinan. Dalam hal penguasaan pedagogi beliau memaparkan bahwa guru saat ini haruslah senantiasa up-to-date terhadap perkembangan ilmu pedagogi.
Peraturan Bersama Mendiknas dan Kepala BKN  Nomor 03/V/PB/2010 dan Nomor 14 Tahun 2010 tanggal 6 Mei 2010 yang mulai berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2013., memaparkan bahwa syarat kenaikan pangkat/jabatan guru dari III/b ke pangkat jabatan lebih tinggi wajib melaksanakan kegiatan pengembangan diri (pelatihan dan kegiatan kolektif guru) dan publikasi ilmiah/karya inovatif (karya tulis ilmiah, membuat alat peraga, alat pelajaran, karya teknologi/seni).  Pengembangan diri  dalam hal penelitian ini, senada dengan Peraturan Menteri Penddikan Nasional Republik Indonesia Nomor: 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. Undang-undang tersebut menyatakan bahwa guru harus mampu melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran dengan cara melakukan penelitian.
Disisi lain, perkembangan internet dan teknologi di dunia sangat cepat. Indonesia merupakan negara pengkonsumsi teknologi ini maupun internet hingga pelosok-pelosok  negeri sudah dijamah oleh kemajuan ini. Internet merupakan suatu hal yang tidak asing lagi bagi masyarakat. Internet sudah seperti konsumsi awal maupun kebutuhan sekunder bahkan ada yang menyebutnya kebutuhan primer. Dengan internet siapapun bisa mengetahui informasi dunia.
Oleh karena itu penulis mengusulkan konsep “MOT Web” yang sistem untuk mengatasi ketidaklayakan guru yaitu dengan menyediakan sebuah sistem online yang dapat diakses guru dalam  rangka peningkatan kompetensi pedagogik untuk gurusekolah dasar di Yogyakarta. Sistem ini merupakan sistem web online. Setiap guru dapat memperoleh  materi terkait dengan referensi kegiatan penelitian serta soal-soal untuk menguji kemampuan guru agar dapat langsung mengetahui seberapa besar kemampuan  user sehigga dapat memacu  user (guru) untuk senantiasa belajar.                                                  


B.     ApaituMOT Webdanapakegunaannya?
-          Website yang menyediakan fitur untuk menguji kompetensi guru
-          Melahirkan guru yang berkompetendalambidangnya
-          Meningkatkankualitas guru
-          Meningkatkan mutu pendidikan nasional



Untuk link nya bisa dibuka di http://edukasiguru.com

Minggu, 27 Mei 2012

praktikum biologi

Enzim Katalase

A.    Tujuan
Mempelajari kerja enzim dan mengetahui faktor- faktor yang mempengaruhi kerja enzim katalase.

B.     Dasar Teori
Katalase adalah enzim yang dapat menguraikan hidrogen peroksida yang tidak baik bagi tubuh makhluk hidup menjadi air dan oksigen yang sama sekali tidak berbahaya. Selain itu, enzim ini di dalam tubuh manusia juga menguraikan zat-zat oksidatif lainnya seperti fenol, asam format, maupun alkohol yang juga berbahaya bagi tubuh manusia. Katalase terdapat hampir di semua makhluk hidup. Bagi sel, enzim ini adalah bodyguard yang melindungi bagian dalam sel dari kondisi oksidatif yang bagi kebanyakan orgnisme ekuivalen dengan kerusakan.

C.    Alat  dan Bahan
A.    Alat                                            B.   Bahan
1.      Rak tabung reaksi                      11.  Jantung ayam
2.      Tabung reaksi 5 buah                 12.  Hati ayam
3.      Pipet tetes                                  13.  H2O2
4.      Gelas kimia                                14.  Air
5.      Pembakar spirtus                       15.  NaOH
6.      Pisau/ silet                                  16.  HCl
7.      Korek api
8.      Lidi
9.      Penumbuk mortar
10.  Kertas saring


                                                  
D.    Langkah Kerja
1.      Menumbuk hati ayam dan jantung ayam secara terpisah kemudian membuat ekstraknya masing-masing
2.      Menyiapkan tabung reaksi sebanyak 5 buah, lalu beri label A, B, C, D, E
3.      Mengisi tabung A, B, C, D dengan ekstrak hati ± 1cm
4.      Mengisi tabung E dengan ekstrak jantung ±1cm
5.      a.   Memasukkan 5 tetes H2O2 ke dalam tabung A dan mengamati  yang terjadi
b.      Kemudian memasukkan juga lidi membara ke dalam tabung A dan mengamati yang terjadi
6.      a.   Menetesi tabung B dengan 5 tetes HCl, kemudian mendiamkannya selama ±1menit
b.      kemudian memasukkan 5 tetes H2O2 dan menyamakan sengan yang terjadi pada tabung A
7.      a.   Memasukkan 5 tetes NaOH, ke dalam tabung C kemudian tunggu ± 1 menit
b.      Kemudian menetesi tabung C dengan 5 tetes H2O2, mengamati yang terjadi dan menyamakan dengan yang sebelumnya
c.       Memasukkan lidi yang membara ke dalam tabung C
8.      a.   Memanaskan hati ayam yang terdapat pada tabung D selama ± 5 menit sampai terjadi perubahan warna pada hati ayam tersebut
b.      Kemudian menetesi tabung D dengan 5 tetes H2O2 dan mengamati hasilnya
c.       Mengujinya dengan lidi yang membara
9.      a.   Memasukkan 5 tetes H2O2 pada tabung E
b.      Memasukkan lidi yang membara ke dalam tabung E dan mengamati hasilnya
10.  Membuat tabel pengamatan
                                                                                                 

E.     Tabel Pengamatan
Tabung
Bahan
 + H2O2
Gelembung
Nyala Api
A
ekstrak hati ayam segar, dalam suhu kamar
 ++
 ++
B
ekstrak hati ayam + HCl
 -
 -
C
ekstrak hati ayam + NaOH
 +++
 ++
D
ekstrak hati ayam dipanaskan
 +
 -
E
ekstrak jantung
 +
 +

F.     Pembahasan
Dari percobaan di atas, terdapat 2 hal yang menjadi obyek pengamatan, yaitu banyaknya gelembung yang timbul dan keadaan bara api. Bayaknya gelembung merupakan bukti dari berlangsungnya enzim katalase menguraikan O2. Bara api yang digunakan untuk menguji larutan adalah bahan untuk mencaritahu zat apa yang dihasilkan dalam proses penguraian tersebut.
1.      Ekstrak hati ditambah H2O2 (hidrogen peroksida)
Saat ekstrak diberi H2O2 terjadi gelembung-gelembung udara yang banyak.  Hal ini membuktikan bahwa enzim katalase yang terdapat di dalam hati ayam mengubah H2O2 menjadi H2O (air), sedangkan pada waktu dimasukkan lidi membara ke dalamnya, timbul nyala api banyak.  Hal ini membuktikan bahwa H2O2 juga diuraikan menjadi oksigen (O­2).
2.      Ekstrak hati ditambah HCl dan H2O2
Pertambahan HCl disini dimaksudkan untuk membuat ekstrak dalam keadaan terlalu asam.  Kemudian ditambah H2O2 ternyata tidak terbentuk gelembung udara ketika dimasukkan bara api ke dalamnya juga tidak terjadi nyala api.  Hal ini menunjukkan bahwa enzim katalase tidak dapat bekerja dalam kondisi terlalu asam.

3.      Ekstrak ditambah NaOH dan H2O2
Terjadi gelembung banyak sekali dan bara api besar, ini membuktikan bahwa terdapat oksigen di dalamnya.
4.      Ekstrak dipanaskan kemudian ditambah H2O2
Ekstrak yang dipanaskan kemudian ditambah H2O2, ternyata timbul sedikit gelembung dan saat bara api dimasukkan  ke dalamnya timbul nyala api kecil.  Hal ini disebabkan karena protein di dalam enzim katalase yang terdapat di ekstrak telah rusak sehingga tidak dapat bereaksi dengan baik
5.      Ekstrak jantung ditambah  H2O2 timbul sedikit gelembung dan tidak terdapat nyala api. Membuktikan bahwa kandungan enzim katalase pada jantung lebih sedikit dibandingkan pada hati.

G.    Kesimpulan
enzim katalase berfungsi dan dapat menguraikan Hidrogen Peroksida (H2O2) menjadi air (H2O) dan oksigen (O2) sehingga tidak berbahaya.
Kerja enzim katalase dipengaruhi oleh beberapa faktor:
a.    Suhu
Dimana enzim katalase tidak akan bekerja optimal pada suhu tinggi.
b.    pH
Dimana enzim katalase akan bekerja optimal pada pH netral. Hal itu dapat dibuktikan dengan banyaknya gelembung dan nyala api bara api. Dimana semakin banyak gelembung gas dan semakin terang nyala bara api berarti kerja enzim katalase akan semakin cepat dan begitu pula sebaliknya karena salah satu kerja enzim yaitu sebagai katalisator/pemercepat reaksi.