Senin, 10 Agustus 2015

Hari Pertamaku di SMK Bandar Tenggara 2, Kulaijaya


Hari ini, hari pertamaku meninjakkan kaki di SMK Negeri orang. :D
Kami (aku, Jatu, Hendrik) diantar oleh Cikgu Ali (Dosen UTM yang membimbing PPL kami) dan Pak Ngatman (Koordinator PPL UNY).

Disini, di SMK Bandar Tenggara 2, Kulaijaya, Johor Bahru, Malaysia. Kami disambut dengan keramahan dan keceriaan para guru. Guru di Malaysia, ramah-ramah. Itu kesan pertama perjumpaanku.

Saat melihat sekolahnya dari luar, menoleh kanan kiri, takjub. Waaahhh besarnyaaa… Jauh berbeda dengan mantan calon sekolah tempat PPL ku di Indonesia :D
Bersyukur :’). Padahal dulu, aku sengaja memilih sekolah yang tak terlalu menonjol. Pikirku dulu: “inget kemampuan Bintang!”. Namun, Allah berkata lain, kapasitasmu harus terupgrade Bintang, mungkin gitu kata Allah.

Masih di depan sekolah. Muncul sosok orang setengah baya (bapak-bapak) :D ada yang menyambut kami, tak disangka. Siapa dia??? Kepala Sekolah. Waaahhhh, kehadiran kami T.T
Masyaallah, begitu kerennya mereka memuliakan tamu. Pengetua (Panggilan KepSek di Malaysia) ternyata teman baik cikgu Ali, beliau ada keturunan Jawa juga.

Proses penerimaan Mahasiswa PPL UNY di SMK Bandar Tenggara 2 pun berlangsung. Berbeda dengan sambutan-sambutan di Indonesia yang biasanya style berbicaranya resmi. Di Malaysia, kami merasa gaya sambutannya seperti obrolan santai, it’s oke, kami lebih nyaman dengan itu.



Setelah Cikgu Ali, Pak Ngatman dan Pengetua memberikan sambutan. Kami pun diminta untuk memperkenalkan diri. Nama, jurusan, dan tak lupa asal dan cirikhas tempat asal. :D
Di forum itu, ada hal yang membuat kami bangga, Cikgu membanggakan tanah jawa, orang jawa itu ramah-ramah, sopan-sopan.

Lagi-lagi soal rasa kebangsaan, kami memiliki TUGAS BESAR yaitu MENGERTI SEMUA tentang INDONESIA dan menjaga apa yang kami miliki. Satu lagi, dengan persepsi kalo orang jawa itu sopan-sopan. So, jangan sampai pandangan baik itu menjadi luntur hanya karena satu tingkah kami yang tak mengenakkan. Jaga nama baik Almamater. :’)

Selesai penerimaan, kami disambut dengan jamuan makan. Padahal baru saja makan di traktir Cikgu Ali. Waah rezeki, tak boleh ditolak. Santapppp ;D
Kami, dikenalkan dengan seorang Cikgu muda. Panggil ia, Kak Ain. Gadis cantik, supple, lincah, ramah, OK banget pokoknya. Aku belajar banyak dari Kak Ain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar