Rabu, 15 Oktober 2014

Just Do It!!!

“Ayyooo…. Ayooo bangunn…” seperti biasa, pagi pagi pemandu sudah mengetok-ngetok dari kamar satu ke kamar lainnya. Seperti biasa juga, yang kelakuan nakal seperti ku juga ada saja, “iya mbaa” jawab doang nyalain lampu terus ambil lagi tu bantal, tidur (*5 menit lagi deh). Al hasil biasanya kalo tidurnya terlalu pules jadi nggak ngikut sholat subuh jamaah… udah nggak Qiyaumul lail nggak sholat subuh jamaaah pula…bangun bangun istighfar -,- nyeseeelll, nyalahin diri sendiri, ngomel-ngomel dalam hati. :D tragedi pagi yang mengenaskan. Perlu dibangun kesadaran tiap hari memang, ya minimal nya itu malam hari sebelum tidur minta sama Allah buat bisa semangat bangun paginya. Jadi bisa buat QL, memperbanyak tilawah, bisa nambah hafalan, plus sholat subuhnya juga jadi nggak telat. Kudu dikuatin azzamnya!!
Sayang banget dehh pokoknya kalo waktu buat tidur terus… hiks :’(
Niatkan Perbaikan!!! Lakukan Perubahan!!! Bismillah ^^

Pagi ini, karena tidak mau terulang maju dikelas adjar untuk menyampaikan alasan kenapa telat (*oohh masih tukang telat, ampunn daaahhh, katanya *** kok gitu >.<) jadi memang harus siap-siap pagi banget deh. Pagi hari sangat mempengaruhi malam hari kita lhoo, kalo pagi hari nya semangat ya malam harinya nggak jauh-jauh beda dari itu. Nah siang harinya pun jadi enak dijalanin. Pokoknya, usahakan bangun tidur langsung senyum (*sering lupa sih). Tapi kerennya senyum itu bisa mengaktifkan bagian otak yang mengatur emosi, hormon pemicu stress berkurang, hormon pembangkit mood meningkat, dan menstimulasi otak yang bisa bikin pikiran selalu positip, katanya sih gitu. Bener kan? :’) yok senyum pagi ^^

Ngampuss…. Wuuuussssss….. Nyampe. Udah ada dosen aja, telat 3 menit :o
Tapi…amaan… yeayy…
Nah… keluar kelas, entah rasanya hari ini ingin pulang saja ke rumah cahaya. Sekedar merefleksikan diri di kamar cinta multazam2 (*rasa-rasanya banyak urusan yang harus dibenahi). Sebelum pulang, mampir dulu ke mi*o*a ada yang harus dibeli. Tuinggg udah ngambil barang-barang, terus ngrogoh saku, lhooo kemana uangnya, nggak ada. Cek dompet nggak ada juga, cek lagi sakunya tetep gak ada, buka deh isi tas dikeluarin, sampe ditungguin bapak penjaganya disamping (*dalam hati*, pak saya nggak mau masukkin barang ke tas kok >.<). Waaa dan memang nggak ada. Nyampe kasir, “mba yang ini nggak jadi yang itu aja.” Xixixi… -,-
Jadiii…. Ilang nih uang, iya sepertinya. Dan di jalan masih nggak konsen “kok bisa”. Ya jelas bisa, sambil ngadem-ngademin ati, senyum ambil napas dalem-dalem, “mungkin itu memang bukan bagianku, rezeki orang yang kesimpen ditempatku” waaa mikir… kapan terakhir nyisihin bener-bener buat orang yang membutuhkan… hiks… bener-bener allah kasih jalan lewat kisah-kisah cantik untuk mengingatkan hamba-Nya, “Kamu itu lhoo. Udah dikasih rezeki cukup banget gitu masih aja nggak mau bagi-bagi” ya kurang lebih seperti itu ya, gak gitu juga sih. Memang, memberi di kala lapang memberi di kala susah. Nggak ada alasan buat nggak sedekah deh pokoknya. Nggak ada hari yang pada hari itu Allah nggak ngasih rezeki. So, Kebaikan Jangan Ditunda-tunda!!! Lakukan Saja!!! Sekarang! ^^

15 Oktober 2014, 11:16
Kamar Cinta Multazam2

Selasa, 14 Oktober 2014

Indahnya Bersikap diatas Pengertian :)

ngambil dari cover buku :D
Kemarin (13 Oktober 2014), Allah sedang membukakan hatiku dengan pembahasan pada tiap peristiwa yang tak jauh berbeda, akan sebuah sikap dan pengertian.

Seperti biasa, senin jam ke 12-15 adalah mata kuliah evaluasi pembelajaran. Kemarin pak Suparman (dosen makul tersebut) menyampaikan sikap itu dihasilkan dari perasaan senang atau tidak senang. *aku angguk-angguk, setuju.
Dan seperti biasa juga, setiap hari senin di Masjid Nurul Ashri kajian Tafsir Al-Quran oleh Ust. Syatori, masih membahas tafsir QS. An-nur (24): 57. Kemarin, bahasannya masih tentang syukur kali ini dikaitkan dengan “Pengertian”.
Check it out :D
Syukur atas apapun adalah bukti bahwa kita menjalani hidup ini dengan pengertian yang benar. Dan hidup manusia bergantung pada pengertiannya. Pengertian manusia akan menentukan perasaannya.
Aku masih berfikir dengan semua kata-kata itu. Belum bisa menangkap apa maksud dari kata pengertian disini.
Pengertian yang benar, akan melahirkan perasaan yang benar, dan perasaan yang benar akan melahirkan kata, sikap dan tindakan yang benar.
Hmm… mulai memahami…
*kawanku nyeletuk, mengingatkan, “kaya yang dibilang tadi pas di kelas.” “aa iyaa”
Mengerti adalah pondasi Syukur, jadi kita yakin tuh segala peristiwa merupakan cara Allah untuk menunjukan kebaikan-kebaikan pada kita.
Ya… saat pengertian kita benar, kita akan berkata “Ya Allah… ini caramu kepada ku untuk memahamkanku bla bla bla….”
Seperti kisah sang ayah dan anak pada zaman (kapan ya), cerita di buku Dalam Dekapan Ukhuwah Salim A. Fillah, dengan segala cobaan yang diterima ayah dan anak tersebut, entah kebahagiaan berupa pujian atau kesusahan berupa hinaan dan yang lainnya mereka selalu mengatakan “Kami tak tahu apakah ini rahmat ataukah musibah. Kami hanya berprasangka baik kepada Allah”
Tentram ya bahasa yang di ucapkan. Kalimat itu hanya akan membuat kita merasa nyaman melewati kehidupan kita. Tak ada yang diresahkan, karena semua masalah akan dikembalikan lagi pada Sang ‘pemberi masalah’, yang mengerti kenapa kita di uji hal itu.
Nah. Bagaimana agar kita selalu megerti? Yaitu, dengan cara menyibak gelap yang menutupinya. Lha tapi kok masih ada saja orang yang nggak mau mengerti. Kenapa? Itu itu, karena masih ada gelap yang menutupinya.
Ada 3 gelap nih, apa saja?
1.      Merasa memiliki (karena bisa jadi peluang kesombongan). Dan merasa tidak memiliki (karena menjadi peluang untuk kufur nikmat).
Yang benar, tidak merasa memiliki walaupun sebenarnya kita memiliki.
*eh orang disebelahku kembali nyeletuk
“Apalah arti memiliki ketika diri kami sendiri bukanlah milik kami” Tereliye
*xixixi :D
2.      Mengenal kata gara-gara
Yang ini memang repot nih kalo sudah sedikit-sedikit menyalahkan. Misal : gara-gara aku duduk disebelah dia tadi, dia jadi minjem uang kan. Atau gara-gara aku bawa pulpen 2 jadi ilang deh dibawa orang. Atau gara-gara ban gembes/ macet di jalan jadi telat berangkat kuliah deh. Atau gara-gara dia ngumpul tugas telat, semua jadi nggak boleh ngumpul tugas. Wuuiiihh sering kan ya kata-kata semacam itu keluar, entah kita ngomong sendiri, atau oranglain, atau mungkin dihati kita pun mengeluh semacam itu.
Kenali!! Itu bahaya guys buat tumbuh kembang si Hati. >.<
3.      Menolak susah (coba liat orang-orang yang mau susah kebanyakan dari mereka, pengertiannya lebih dalam. Kebanyakan orang desa dan orang kota saja deh, bisa diliat kan bedanya)
Yapp… tetap khusnuzon ya… yok dijaga hubungan sama Allah dan hubungan sama makhluk-Nya…

14 Oktober 2014, 13.00
Lab Jaringan (Akhir edit :D)

Balada Praktik Industri

Hay kamu, aktivitas keren yang menciptakan berbagai rasa. Praktik Industri atau kita biasa menyebutnya PI. ^^
Gini nih ceritanya, 1 bulan lebih sedikit, kita hanya berkutat dengan data, ya cari data dan upload data, dari satu dinas ke dinas yang lain. Semuanya berhubungan dengan transparansi kenegaraan. Perjuangan guys,
“datanya di dinas yang ‘itu’ mba, saya ambilkan dulu, besok saja ya mba”.
“duhh mba orang-orang disini itu sibuk-sibuk, besok kesini lagi aja mba”.
“ini mba” (ngasih data hardfile, yuhuuu kita disuruh ngetik nih).
“ke orang yang itu ya mba” (setelah diminta orangnya lempar lagi).
“ohh ini mba datanya”.
Dan yang paling bikin nggak enak itu statement seperti ini :
“besok aja ya mba, 2 minggu lagi kan disini”.
Tanpa penyikapan yang baik, semuanya bisa jadi nggak barokah, dear. Hari-hari yang penuh dengan keluhan, bisa saja hanya kelelahan yang didapat. Tapi kalo yakin pasti ada ibroh dalam setiap kejadian, ya nggak akan berat melakukan apapun, karena yakin sama apa yang akan Allah beri dengan semua kesabaran dan kelelahan yang LILLAH. ^^

Bulan kedua, aku mendatangi bapaknya. Minta proyek. Ya bagaimana, pengolahan data memang masuk informatika, tapi itu pelajaran sangat dasar, bahkan ketika seseorang diajari untuk mengolah data tersebut akan mudah melakukannya. Itu lah yang membuat kami lelah dan ‘malas’ melewati masa-masa itu. *saat-saat dimana Allah tidak dihadirkan, pasti akan berujung ketidak tenangan.
Gimana biar tenang? Menerima dan cari manfaat garap PI itu. Lha manfaatnya apa? Membantu tugas Negara guys… Merapikan file yang tercecer dan dapat terbuka sama rakyat dengan memperlihatkan kegiatan-kegiatan yang telah terlaksana, dan transparasi lainnya juga. Luar biasa kan sebenarnya. ^^

Yuppsss… 2 minggu terakhir, kami menggarap proyek web. Bikin website kecamatan. Tiap malem lembur, tapi tetep luar biasa juga. Jadi deket juga sama satu anak keren yang sedang bertransformasi menjadi lebih baik. Apa? Itu jilbab yang tambah panjang tambah tebel dan keingintahuaannya mempelajari ilmu agama. Kita sering sharing-sharing, aku suka saat-saat dia mulai pembicaraan seputar ilmu agama. ^^




14 Oktober 2014, 12:08
@LabJaringan