Senin, 19 Mei 2014

Lelahkah Menunggu?



Perlukah kurenungkan pertanyaan itu?
Tak perlu, karena hati telah memutuskan, untuk bersabar menunggu.
Karena hati telah memutuskan, untuk ambil setiap cerita indah dalam ‘menunggu’
Bahkan hati telah mengatakan ‘sudahlah, lebih baik kau menunggu daripada kau harus ditunggu. Bukankah ditunggu itu lebih meresahkan?’
Tak ada kata lelah menunggu, tak ada kata sia-sia menunggu. Semua terlalu indah. Dan akan sangat disayangkan jika terlewatkan, sebuah arti dari ‘menunggu’.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar