Senin, 07 April 2014

Sebelum Kisah Hujan Sore Itu! Kau Menangis??



Maafkan aku kawan, hari ini aku membuatmu menangis.
Sore itu, ku dapati HP ku dengan SMS undangan untuk merapat disuatu tempat yang memang sering digunakan untuk berdiskusi. Atau biasanya meneruskan rapat ketika jam malam rapat sudah habis.
Lagi-lagi kau menyebutkan ayat itu ketika SMS, “Berangkatlah kamu baik dengan rasa ringan maupun dengan rasa berat...”, sungguh maafkanlah temanmu ini yang sempat menyakiti hatimu dengan tolakanku atas undangan itu. Aku mencoba beralasan, tapi tak sempat ku menjelaskan alasannya, kau berlari, pergi. Saat itu, aku pun ingin menangis, aku takut, kau marah kawan?
Tapi tetap saja, aku dengan niatku rasanya berat untuk menemui undangan itu, dengan alasan ku yang masih ku pegang walau sebenarnya ketika ku pikir, itu tak masuk akal. Dan akhirnya, masih ada dia, dia yang menasehatiku untuk memenuhi undanganmu. Akupun datang. Kitapun duduk bersama.
Lagi-lagi karena cinta. Sikapmu di tangga tadi kawan, itu hanya sebuah larian fisik yang tak kuat menanggung hati. Kita duduk bersama, kau tersenyum padaku, kita bercakap seadanya, seakan tak pernah ada masalah atas sikapku dan sikapmu.
Maafkan aku kawan.
Kita duduk bersama. Biarkan sang ikhwan dikanan sana. Dan kita disini. Aku kamu dan dia. Diskusi sore itu, tentang keluh kesah kita di medan dakwah ini. Pembicaraan tentang adik-adik kita yang nampaknya mulai bandel, kita bermuhasabah bersama disana, atau mungkin kita yang mengajarkannya. Diskusi yang tak begitu lama, namun tak sia-sia. Banyak pelajaran darinya, namun pelajaran terbesar bagiku, sungguh, kalau bukan karena cinta, kau mungkin sudah marah, kalo bukan karena cinta, ku tak tau bagaimana sikapmu lagi padaku. Itu karena cintamu. Dan cintanya, kalau bukan karena cintanya, mungkin aku tak menemuimu, aku masih dengan niatku. Niatku untuk tidak memenuhi undangan itu. Sungguh, terimakasih untukmu kawan yang selalu mengingatkanku. Ya, “Berangkatlah kamu baik dengan rasa ringan maupun dengan rasa berat...”. Terimakasih untukmu kawan, yang selalu memaafkanku..


Karangasem
7 April 2014, 18:57

Tidak ada komentar:

Posting Komentar