Sabtu, 12 April 2014

Dimanakah Ibukota Kehidupanku?

Rasa-rasanya aku ingin  menulis tentang ini :’)
Beranjak dari sebuah Fans Page Penerbit DIVA Press.. #eh jadi promosi nggak nih.. hhe.
Begini.. Penerbit DIVA Press kemarin menggelar Kuis Buku Gratis, judul bukunya “Mi Amor di titik nol kota Madrid”, sebenernya awalnya nggak tau juga itu buku isinya tentang apa. Tapi, mumpung gratis jadi ikut aja. Ditambah syaratnya selain share postingan itu juga ada pertanyaan yang harus dijawab di komentar, pertanyaannya menurutku menarik, “Jika Madrid adalah ibukota Spanyol, maka dimanakah ibukota kehidupanmu? Tempat dimana kehidupan dan hatimu senantiasa berpusar mengelilingnya." Nah itu dia pertanyaannya. Aku pun diam dan berpikir, kemudian mencoba melihat-lihat komentar orang-orang yang menjawab pertanyaan itu, wah sungguh hampir seluruhnya berisi kata-kata positif, luar biasa. Banyak yang menjawab, ibu kota kehidupannya adalah keluarga, sahabat, cinta, jantung, ibu, suami, doa, ridho orangtua, hati, diri sendiri, rumah, tempat tinggal mereka, Allah, mimpi, harapan, Al-Quran, buku, pemikiran, senyum, madinah, mekah, nafas, Islam, sajadah, sampai ada yang menjawab ibukota kehidupannya adalah kuburan dan masih banyak lagi jawaban-jawaban luar biasa dari teman-teman di kolom komentar itu. Ya, semua jawaban itu kurasa benar. Dan alasan-alasan mereka yang juga luar biasa.
Aku baca kembali pertanyaan tadi, dan kemudian mulai ku tuliskan jawabanku,
ibukota kehidupanku adalah Cinta...
ketika ku berada di ibukota kehidupanku, maka kedamaian ketenangan dan rasa terindah ku rasakan..
disitullah tempat dimana kehidupan dan hati senantiasa berpusar mengelilinginya..
Ya, cinta...
Mengungkap tentang cinta rasanya tak akan pernah berujung.
Kenapa ku jawab cinta?
Karena dari dialah ku mulai mengenal hidup yang sesungguhnya, dengan cintalah ku hidup, dengan cintalah ku mulai mengenal Istiqomah, mengenal manis sang Ukhuwah, mengenal indahnya kata ‘Mengenal’.
Dari cinta lah aku dapat merasakan manisnya hidup yang kaya makna.
Ini ini :D, tentang Cinta
"Tiga perkara, yang barang siapa memilikinya, ia dapat merasakan manisnya iman, yaitu cinta kepada Allah dan Rasul melebihi cintanya kepada selain keduanya, cinta kepada seseorang karena Allah dan membenci kekafiran sebagaimana ia tidak mau dicampakan ke dalam api neraka” (H.R. Bukhari-Muslim)

“Bahwa seseorang mengunjungi saudaranya di desa lain, lalu Allah mengutus malaikat untuk membuntutinya. Tatkala malaikat menemaninya malaikat berkata,
“Kau mau kemana?”
Ia menjawab, “Aku ingin mengujungi saudaraku di desa ini”
Malaikat terus bertanya, “Apakah kamu akan memberikan sesuatu pada saudaramu?”
Ia menjawab, “Tidak ada, melainkan hanya aku mencintainya karena Allah SWT”
Malaikat berkata, “Sesungguhnya aku diutus Allah kepadamu, bahwa Allah mencintaimu sebagaimana kamu mencintai orang tersebut karena-Nya” (H.R. Muslim)

Rasulullah SAW bersabda:  "Barang siapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah, dan tidak memberi karena Allah. Maka ia sesungguhnya telah memperoleh kesempurnaan iman."

Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya Allah SWT pada hari kiamat berfirman : Dimanakah orang yang cinta mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini Aku akan menaungi dengan menunggu-Ku dihari yang tiada naungan melainkan naungan-Ku." (H.R. Muslim)

Ah, indahnya cinta, menguraikan kata cinta memang tak ada habisnya.
Sungguh, cinta itu luar biasa, langkah menjadi mudah karena cinta, nafas jadi enteng karena cinta, warna akan semakin cerah dan beragam karena cinta, dan hati akan semakin lembut karena cinta.. InsyaAllah..
Aku jadi teringat statusku tentang cinta baru-baru kemarin..
Ya Robbul Izzati, Biarkan lah cinta ini bersemayam dihati kami sampai Engkau pisahkan jiwa ini dari raga kami..
Siapa lagi yang rela ngegas jauh-jauh cuma buat nganter kita DMI...
Siapa juga yang rela nerobos hujan dan bilang nggak papa nggak papa :3
Siapa yang bandel nggak mau dipinjemin jilbab udah basah begono abis demam juga..
yang lagi sibuk masih sempet-sempet maksa-maksa buat menemani kepergian kita *eh.. :D
siapa lagi kalo bukan ini anak RN AW 
#Terharu ...
#Manisnya Ukhuwah:*
Yah setengah sebut merk.. hehe
Ya itulah cinta.. hati-hati yang cintanya sama-sama tertaut pada Allah..
Maka akan selalu berkumpul dalam lingkar cinta yang tak berujung. Ya, rela berkorban demi apa yang dicintainya, karena Allah..
Sekian.. Semoga Bermanfaat.. :’)
14 Januari 2014, 21:50


Tidak ada komentar:

Posting Komentar