Sabtu, 29 November 2014

Tentangmu, Akhwat-akhwat Qowiy

Beruntung Aku Mengenalmu,


Pesan yang terkirim dari hati memang selalu membuat senang penerima pesan. Pengirim mungkin hanya menuliskan kalimat sederhana saja, seadanya namun tersampaikan dengan tulus. Hingga pembaca merasakan getaran-getaran kerinduan. Aku masih tersenyum saat membaca pesanmu, mba. Bersyukur mengenalmu dan mereka. ^^

Hari itu, senang rasanya mendapatkan saudara baru yang luar biasa. Bahkan, dalam beberapa hari saja, kita sudah saling mengenal, apalagi kalau bukan karena ruh-ruh yang diakrabkan oleh iman. Mereka adalah akhwat-akhwat qowiy yang bersedia meluangkan waktunya, yang orientasi setiap langkah hidupnya hanya untuk meraih ridho Allah dan terus bermanfaat untuk oranglain. Ia yang tak hanya memperdalam ilmu untuk diri sendiri saja, yang berupaya bagaimana saudara yang lain juga dapat semakin memahami islam. Berfikir untuk manusia lain karena sejatinya diri ini sudah bukan hanya milik diri saja, tetapi milik umat.
Aku sedikit merekam jejak-jejak mereka. Diam-diam ku perhatikan mereka satu persatu. Ada rasa kagum dan haru, betapa kerennya akhwat-akhwat ini. Ada yang sangat lembut, ada yang selalu semangat, ada yang cerdas dengan ide-idenya, ada yang selalu tersenyum, ada yang langsung tanggap menawarkan bantuan, ada yang tak perlu berpikir panjang saat dapat amanah yang mungkin tak semua orang berani mengambilnya. Ini akhwat ya? yups ada yang menangis juga tentunya. Melankolis memang. :D
Dan ternyata tak tanggung-tanggung, dari semua rekamanku tentang mereka, ada yang langsung mengungkapkan dengan bahasa ketenangannya tentang manisnya ukhuwah yang tumbuh beberapa hari itu, tentang karakter-karakter unik yang membuat tersenyum saat mengingatnya. Kita memang berbeda tapi saling mendukung, saling menguatkan.

Setiap syuro’, ditutup dengan doa. Doa nya pun nggak main-main, meluluhkan hati, membuat mata tak mampu lagi membendung airnya, menenangkan. Doa memang tak perlu cari-cari bahasa yang aneh-aneh, cukup menyebut Allah dengan Asmaul husnanya. Dan sampaikan dengan tulus dan terus menerus. Benar-benar meminta dari hati yang paling dalam, buat Allah yakin bahwa kita benar-benar meminta. Walaupun, Allah pasti tau apa yang kita minta, bahkan sebelum kata terucap. Ya, itulah salah satu bentuk ikhtiar kita untuk selalu mendekat pada Allah… Menjadikan Allah satu-satunya tempat meminta. (':

Muslimah Fest UNY 2014

29 November 2014
Kamar Cinta Multazam 2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar