Minggu, 07 September 2014

Hanya Seonggok Rasa Tak Sabar dalam Hati


Rasanya… tidak ingin berhubungan dengan mu saja.
tidak ingin bercakap denganmu.
tidak ingin bertemu denganmu jika temu itu malah mengikat leherku..
menekan dadaku.
kenapa? kenapa harus ada marah?
marahmu menyesakkan dear. sungguh.
entahlah. hal yang ku kira biasa saja
maksudnya, 'bisa disikapi biasa saja'
tapi kau buat begitu pentingnya.
aahh hanya seperti itu saja.
apa aku yang terlalu santai?
apa aku yang terlalu menyepelekan.
sudahlah dear, jika hanya kesalahan sekecil itu saja kau marah, tak usah kau bersamaku lagi.
aahh.. sudah terlalu sering kau seperti itu.
jika sekarang aku bilang, "sekarang giliranku!!"
kau mau apa?
sudahlah. aku lelah dengan sikapmu.
sikap kekanak-kanakkan dan selalu mengganggap dirimu benar.
aku pun memiliki rasa lelah

*hanya seonggok rasa tak sabar dalam hati*
*maaafkan
20:34, 8 Juni 2014

Aku pernah menulis itu? Ya.
Dan tulisan telah mewakilkan rasa… kaupun pasti mengerti…
Sayangnya, sangat mudah memang Allah membolak balikan hati…
Sekarang, aku menyesal, menyesal telah membenci…
Bahkan, saat itu aku lupa dengan konsekuensi membenci…
Aku lupa … aku lupa semua yang telah mereka ajarkan padaku…
Apa-apaan aku ini… sombong sekali…
Ku bilang, sikap kekanak-kanakanmu dan selalu menganggap dirimu benar. Lalu bagaimana dengan aku, dengan aku saat menuliskan catatan kecil itu?
Itu tandanya ada rasa marah dalam hatiku, dan aku tidak menyikapi semuanya biasa-biasa saja, sikapmu yang sebenarnya masih bisa ku maknai positif, tapi karena kekesalan?
Yaa itulah cinta… Rasulullah saja mengajarkan kita untuk jangan marah, bahkan dijanjikan surga untuk orang yang dapat mengendalikan amarahnya. Memperbanyak istighfar.
Sama-sama belajar ya, sholihah. ^^
Saling mengingatkan :’)

Dan malam tadi, berbincang dengan kawan, “aku nggak bisa pura-pura baik kalo di depan orang yang emang aku nggak suka, menurutku itu kayak berkepala dua.”
Aah dear, aku hanya bisa tersenyum, ingin rasanya ku menanggapi, tapi aku belum mampu.
Lalu saat wajah kita menunjukkan ketidaksukaan, apa yang kita dapatkan dear? Bukankah akan membuat hati kita tak tenang, wajah terlihat lusuh dan lebih tua, dan yang pasti hubungan tak ujung membaik, mengerikan kan dampaknya? Yaa… biarkan ia seperti itu, tak peduli dengan semua ungkapan dan sikap tak baik oranglain, yang terpenting kita berusaha untuk selalu berbuat baik. Cukup, selalu berupaya berbuat baik… terus menebar cinta walau terbalas duri. Menyakitkan memang, tapi inilah manisnya hidup.

*maafkan tak izin menuliskan obrolan kita, semoga bermanfaat ^^
*ini mengingatkanku juga dear ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar