Selasa, 10 Maret 2015

Analisis Rasa Benci?



Kau tau apa itu benci?
Setelah tau definisinya, sekarang aku bertanya, untuk apa harus ada rasa benci? Darimana datangnya? Apa saja penyebabnya? Ternyata. Ada solusinya gaes. Lihat Bagan Ini.




*Hanya hasil analisis ^^
Setelah melalui persepsi yang cukup memakan waktu, akhirnya ditemukan!
Rasa-rasa itu sangat erat kaitannya dengan IMAN. Saat iman naik/ ruhiyah terjaga maka akan sangat mudah bagi kita untuk berkhusnuzon. Terpaan angin sekencang apapun sesakit apapun, bagi orang-orang yang kuat imannya? Ia akan tetap berdiri kokoh. Mungkin, bisa dianalogikan seorang yang terekena badai tetapi badai itu hanya menggerakkan badannya kekanan dan kekiri saja, tetapi kakinya tetap tegar menopang tubuhnya melawan angin badai itu.
Bagaimana dengan seorang yang lemah imannya, akan sangat mungkin semua yang tidak sesuai dengan dirinya bakal jadi bahan prasangkanya, ya, prasangka negatif. Hatinya akan mudah resah, mudah iri, membenci bahkan orang yang tak salah apa-apa pun akan menjadi korban kelemahan imannya. Ia yang wajahnya menjadi tak enak dipandang, ia yang ketus bicaranya,ia yang cepat marah bahkan ia yang manis didepannya saja tapi mengadu domba dibelakang, menggrumel dibelakang. Ini BAHAYA!
Nah, solusinya gimana? Yang pasti, yang paling utama adalah menghadirkan hati disetiap kegiatan yang kamu jalani. Jika hati berat, ada yang salah dengan yang kau lakukan, ada yang salah dengan orientasimu atau bahkan ada yang salah dengan lingkungan. Jadi, Segera! Cari Tau! Temukan! Perbaiki!
Selain itu, ada satu lagi, masalah KOMUNIKASI! Itu penting gaes.
Kau tak suka? Sampaikanlah. Bisa jadi ini adalah proyek dakwahmu untuk saling mengingatkan. Masih sungkan mengingatkan? Nah, perlu dipertanyakan tuh ukhuwahnya. Karena CINTA lah yang akan mendorongmu melakukannya. Rasa Sayang itulah yang membuatmu tak ingin menyaksikan mereka yang semakin salah jalan. Yakinkan Dirimu Saja! Bahwa kamu bisa melakukannya! Tumbuhkan rasa sayang itu!
Sampai akhirnya, sangat mudah bagimu menegur dan menyapa!
Tetapi, ada satu kunci sebelum kau masuk menemuinya. Apa? Hati-hati sebelum memberi saran/ kritik –KHUSNUZON—terlebih dahulu. ^^
Salah satu contohnya, seorang yang memasang foto/ memperlihatkan wajahnya di media sosial (padahal dia akhwat). Ya, sebelum dikonfirmasi, khusnuzon dulu, mungkin saja ia memasang fotonya untuk mengimbangi tidak hanya foto-foto yang berpakaian seadanya aja yang dilihat, tapi akhwat berjilbabpun banyak dinegeri ini. Hal ini bisa menjadi salah satu syiar untuk memotivasi orang-orang untuk berjilbab.
Nah, satu hal. Kalau untuk oranglain kita harus lembut, teruslah berprasangka baik. Tapi, kalo untuk diri sendiri kita musti kritis. Jangan ngegampangin. Sering-sering chross check niat. Jika nggak LILLAH atau nggak ada kepentingan dakwahnya, Yasudah Tinggalkan. Perbaiki!

Bersiap untuk memperbaiki komunikasi? Bersiap untuk berkhusnuzon sebelum bertindak? Bersiap mengkritisi diri?
#musnahkanPrasangka 
#tumbuhkanRasaSayang

10 Maret 2015
Ruang Kelas RF4 FT UNY

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar