Senin, 12 Agustus 2013

Wanita Hebat Kedua, setelah Ibu



“aaaaaaaaaaa…..”
Teriakkan dan tangis itu..
Masih ku ingat ekspresi yang tergores diwajahnya yang sebenarnya belum cukup tua namun wajahnya terlihat lusuh.
Panik. Tiba-tiba dia panik, dan memanggil seisi rumah tua itu. Benar-benar kaget, aku pun langsung buru-buru keluar dari kamar mandi. Kejadian ini pun sampai mengundang tetangga-tetangga sekitar rumah, datang ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Ya, ini lah warga desa yang mempunyai jiwa sosial tinggi, perhatian lebih.
Ternyata wanita ini sedang menahan berat sang suami karena hampir terjatuh ketika buang air kecil. Saat orang-orang seisi rumah sudah membantu membawa nya keruang tengah dan menidurkan sang suami tadi, wanita itu berlarian ke dapur untuk mencari air hangat, dia berteriak panik, air mata masih membasahi pipinya yang letih itu. Aku memperhatikan, bingung. Ternyata yang diinginkan wanita itu adalah teh hangat. #glek. Maafkan aku nenek, aku tidak bisa tanggap membantumu. Sedikit demi sedikit air diminumkan ke dalam mulut suaminya.
Ya, dia adalah istri dari kakek kandungku, istri kedua. Setelah sekian lama kakek ditinggalkan istri pertamanya karena kasih sayang Allah yang telah memanggilnya terlebih dahulu, mungkin sekarang nenek disana sudah merasa tenang dan bahagia karena kakek disini dirawat oleh seorang wanita mulia yang menyayanginya tanpa balas. Dengan tangan gemetaran nenek tetap menyuapi kakek dengan teh hangat tadi. Karena ibuku melihat tangan nenek gemetaran, sehingga ibu cepat-cepat mengambil sendok dan gelas itu dan meminumkannya pada kakek. Nenek pun berjalan cepat ke ruang makan untuk mengambil nasi yang telah dihaluskan ditambah sedikit air yang akupun tak tau mungkin itu kuah daging yang sama seperti yang kami makan tadi. Kakek menutup mulutnya karena mungkin tidak mengerti karena ia terlalu lemas, lapar. Anak-anak kakek pun menyuruh kakek membuka mulutnya “pak, makan dulu”. Dan nenek pun “ayoo sayang.. aaa .. ayo makan dulu”, kakek pun mulai menelannya sedikit sedikit. Matanya masih terpejam, dan masih menggerutu entah apa yang dikatakannya. Anak-anak kakek pun masih disampingnya, memijitinya, dan ada yang berbisik, “nyebut pak, nyebut, Allahuakbar, Allahuakbar”, kakek tetap menggerutu, lalu anak yang lain juga mengatakan lagi “nyebut pak, Istighfar, Astaghfirullahal’adzim” sambil tetap disuapi, anak-anak masih memijitnya, mengoleskannya dengan minyak di kaki perut dan dadanya, menjaga agar dingin ditubuh kakek cepat menghangat. Ternyata baju kakek basah, dengan ditemani tangisan itu nenek mengatakan, “tadi aku lupa, kakek belum makan dari pagi, dan waktu aku lihat badannya mereng dari kasur kena susu semua, dan nggak bilang-bilang kalo mau buang air”, dengan terbata-bata nenek menjelaskan, masih terlihat sedih dengan apa yang baru saja dialami kakek. Dia sangat merasa bersalah. Tangisan terus menetes membasahi pipi tua nya itu. Kemudian anak-anaknya pun melepas baju kakek, menggantinya dengan yang baru, membiarkan kakek duduk dalam pangkuan nenek. Kemudian salah satu anaknya memijati pundaknya, “bapak tidur terus, seharusnya sering di pijetin pundaknya, kasian kaku kayak gini”.
          Salah satu warga pun ada yang menyarankan kakek untuk diinfus, dan memanggil bidan terdekat, bidanpun langsung dihubungi oleh tetangga yang lain. Dan bidan itu bisa datang sekitar pukul 12.00. Anak-anak kakek masih berkumpul diruang tempat kakek tidur, tetap menemani kakek.
          Selang beberapa jam, rombongan keluarga datang lagi, untuk menyambut keluarga yang katanya mau datang dari jogja. Ketika bidan datang dan memeriksa kakek, beliau menyarakan untuk membawa kakek ke RSU saja. Dan tanpa lama-lama, semua bersiap dan berangkat menuju RSU. Aku, ibu dan kakakku tetap berada dirumah untuk menjaga rumah dan menyambut kedatangan keluarga dari jogja.
          Syukurlah, katanya kakek sudah lebih sehat sekarang :’)
          Tentang nenek tadi, aku ingin menceritakannya lagi, sebelum kakek lemah tak berdaya seperti ini, dulu sering ku dengar setiap saat nenek dipanggil “khooott..khoott.. sinii”. Itulah nama nenek, yang aku pun lupa atau malah tak tau siapa nama lengkapnya. Yang ku tau, kakek memanggil nenek dengan panggilan itu. Kemudian, buru-buru nenek mendekati kakek dan melakukan apa yang diinginkan kakek, seperti memijitinya, mengantarkannya ke kamar mandi, atau yang lainnya. Karena memang kakek sudah tua dan butuh perawatan lebih. Nenek pun melayani dengan senyum senang, dengan tetap panggilan sayang itu yang mungkin ditelinga ku merasa ganjal karena memang tidak biasa mendengar kata-kata itu, namun aku senang mendengarnya, seperti drama tapi ini dimainkan oleh kakek-kakek dan nenek-nenek. Dan setelah daya tahan tubuh kakek semakin melemah, rasa sayang nenekpun tak hilang, bahkan tambah perhatiannya. Dan taukah, umur nenek itu ternyata satu tahun lebih muda dibanding ibuku. Namun pengabdian dan perngorbanannya sungguh luar biasa, dulu aku sempat menanyakan pada ibu kenapa nenek mau menikahi kakek padahal perbedaan usianya sangat jauh, kata ibu, mungkin nenek mau belajar agama lebih pada kakek, ya karena kakek dulu adalah seorang kyai yang mempunyai sangat banyak murid. Wahh.. dari situ saja aku sudah bangga pada nenek, seorang yang masih berusia muda, karena haus pada ilmu dia tidak minta yang muluk-muluk, cukup suami sholeh yang menjadi pendampingnya. Walaupun ku juga sempat berfikir, berarti nenek harus mengorbankan untuk tidak melahirkan seorang anak, tapi pengabdian dan baktinya pada sang suami mungkin telah membuat hatinya selalu merasa tenang dan nyaman dengan kondisi ini. Dan sekarang aku semakin menyadari dan mengerti betapa sayangnya nenek pada kakek. Oh iya, ingat juga dulu cucu nenek sempat menjulukinya nenek palsu dan dulu juga anak-anaknya tidak terlalu senang mempunyai ibu baru, mungkin karena pendidikan nenek yang bisa dikatakan pas-pasan sehingga terlihat polos. Ya, memang bisa dirasakan bagaimana harus menerima seorang ibu baru. Namun, nenek tetaplah nenek yang luar biasa. Sabar menghadapi keadaan ini, hingga akhirnya anggota keluarga telah menerimanya.
Terimakasih nenek, atas jasa-jasamu :’)

Rabu, 22 Mei 2013

Oh.. Aku Cemburu?



Mungkin, tanpa peristiwa ini, aku takkan pernah mengerti
Mungkin, tanpa peristiwa ini, aku takkan pernah menyadari
Mungkin, tanpa peristiwa ini, aku akan semakin jauh
Mungkin, tanpa peristiwa ini, aku akan semakin lupa
Bahwa, ternyata Engkau sangat pencemburu
Maafkan aku ya Allah
Lagi-lagi ku mendua
Sempat terfikir olehku,
Apakah Engkau telah bosan denganku
Apakah Engkau sudah memilih orang-orang yang itu, yang lebih baik dari aku
Apakah masih pantas diri ini, untuk memohon padamu
Setelah semuanya terasa jelas
Semuanya telah tampak nyata
Aku lebih sering menangis karena masalah itu
Aku lebih sering merenung karena masalah itu
Aku lebih sering tersenyum, tertawa pun karena masalah itu
Lagi-lagi aku melakukan sesuatu bukan karena-Mu
Ya.. aku tahu, sepertinya saat itu kau sempat marah
Sepertinya sampai saat ini, kau masih menyimpan kemarahan itu
Mungkin, marah karena Engkau sangat cemburu
Saat ku harus kembali mencemburui seseorang
Siapa dia? Ya dia padahal hamba-Mu
Ya robb.. maafkan aku
Tapi sungguh rasa ini,
Rasa ini kembali sangat sulit ku mengendalikannya
Sulit ya Robb.
Siapa yang memberikan rasa ini?
Ya ku tahu Engkaulah yang menumbuhkan perasaan ini
Engkau tahu ya Robb. Kian hari, aku kian takut
Aku takut akan semakin jauh dari cinta-Mu
Aku takut semakin jauh dari kasih sayang-Mu
Aku takut, semakin ku tak mengenal-Mu
Dan, aku takut kalo ditutuplah pintu hati ini akan hal itu
Engkau juga tahu ya Allah, saat rasa ini menggeludak,
Ya Allah, hamba-Mu ini cemburu
Apa sih sebenernya yang ku rasakan ini
Aku ingin semuanya akan berjalan normal
Aku ingin semuanya dapat seperti sedia kala
Tidak, ku rasa tidak mungkin bisa mengembalikan waktu itu
Dan Ya Allah, ternyata langkahku sudah semakin jauh
Maaf ya Allah, aku belum bisa menjaga rasa yang kau titipkan ini
Aku malu ya Allah,
Kok bisa sampai sejauh ini
Aku lah penyebabnya
Akulah
Peluang
Tidak… tak ingin ku buka peluang ini
Setelah apa, ternyata kesadaran itu muncul setelah masalahnya nampak

“bintang mau curhat ya, Ya Allah. Ternyata aku kok orangnya seperti ini ya.. seringkali ku membuka peluang bagi ikhwan yang mau mendekatiku itu, malah aku yang benar-benar membuka peluang lebar, karena apa sih ya Allah, terkadang aku pun masih bingung dengan diriku sendiri, sering kurasakan ketika pijakanku mulai kropos, pernah ku rasakan ketika pijakan ku bagai di awan-awan dan kemudian ter ombang-ambing oleh hembusan angin itu, aku tahu ini semua tidak bisa dibiarkan, aku tak boleh tinggal diam, tapi aku bagai butiran debu tanpa-Mu, aku masih membutuhkan-Mu ya Allah, aku ingin, kau selalu mengingatkanku, aku takut ketika keberlebihanku ini mengecewakanku lagi, padahal telah jelas dimana-mana kata-kata kalo terlalu bergantung pada mahluk maka akan kecewa. Tapi, rasanya tak tau malu aku ini, peringatan itu bagai bisikan belaka, yang kemudian terbang.. Maaf Ya Allah”

Ku ingin kembali ke jalan-Mu yang lurus
Ridhoi lah langkah ku ya Allah, aku sayang Allah
^_^

Jumat, 03 Mei 2013

MOTWEB



MASTER OF TEACHER WEBSITE (MOTWEB) BERBASIS E-LEARNING
SEBAGAI SISTEM PENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK
UNTUK MEMPERBAIKI KUALITAS GURU SD DI YOGYAKARTA

A.    LATAR BELAKANG
Undang-undang Republik  Indonesia Nomor 14 Tahun 2006/ Bab IV pasal 10, menguraikan bahwa kompetensi guru meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Keempat kompetensi tersebut sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Sebagaimana kita ketahui bahwa kondisi pendidikan saat ini belum menunjukkan kemajuan yang signifikan. Hal tersebut dapat dilihat dari kondisi guru yang ada saat ini. Fasli Jalal (2008),  Dirjen Pendidikan Tinggi menyatakan hampir separuh dari 2,6 juta guru yang ada dianggap belum layak mengajar. Kualifikasi kompetensinya tidak memenuhi sebagaimana telah diuraikan i atas. Padahal, guru merupakan faktor yang terpenting dalam peningkatan mutu pendidikan. Sebagaimana telah dilaksanakan pada negara-negara maju yang kualitas pendidikannya jauh lebih tinggi dibanding Indonesia, guru yang ideal menurut Anies Baswedan, Ph.D dalam Jodhi (2011), rektor Universitas Paramadina, seorang guru mesti menguasai dua konsep dasar, yaitu kepengajaran (pedagogi) dan kepemimpinan. Dalam hal penguasaan pedagogi beliau memaparkan bahwa guru saat ini haruslah senantiasa up-to-date terhadap perkembangan ilmu pedagogi.
Peraturan Bersama Mendiknas dan Kepala BKN  Nomor 03/V/PB/2010 dan Nomor 14 Tahun 2010 tanggal 6 Mei 2010 yang mulai berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2013., memaparkan bahwa syarat kenaikan pangkat/jabatan guru dari III/b ke pangkat jabatan lebih tinggi wajib melaksanakan kegiatan pengembangan diri (pelatihan dan kegiatan kolektif guru) dan publikasi ilmiah/karya inovatif (karya tulis ilmiah, membuat alat peraga, alat pelajaran, karya teknologi/seni).  Pengembangan diri  dalam hal penelitian ini, senada dengan Peraturan Menteri Penddikan Nasional Republik Indonesia Nomor: 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. Undang-undang tersebut menyatakan bahwa guru harus mampu melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran dengan cara melakukan penelitian.
Disisi lain, perkembangan internet dan teknologi di dunia sangat cepat. Indonesia merupakan negara pengkonsumsi teknologi ini maupun internet hingga pelosok-pelosok  negeri sudah dijamah oleh kemajuan ini. Internet merupakan suatu hal yang tidak asing lagi bagi masyarakat. Internet sudah seperti konsumsi awal maupun kebutuhan sekunder bahkan ada yang menyebutnya kebutuhan primer. Dengan internet siapapun bisa mengetahui informasi dunia.
Oleh karena itu penulis mengusulkan konsep “MOT Web” yang sistem untuk mengatasi ketidaklayakan guru yaitu dengan menyediakan sebuah sistem online yang dapat diakses guru dalam  rangka peningkatan kompetensi pedagogik untuk gurusekolah dasar di Yogyakarta. Sistem ini merupakan sistem web online. Setiap guru dapat memperoleh  materi terkait dengan referensi kegiatan penelitian serta soal-soal untuk menguji kemampuan guru agar dapat langsung mengetahui seberapa besar kemampuan  user sehigga dapat memacu  user (guru) untuk senantiasa belajar.                                                  


B.     ApaituMOT Webdanapakegunaannya?
-          Website yang menyediakan fitur untuk menguji kompetensi guru
-          Melahirkan guru yang berkompetendalambidangnya
-          Meningkatkankualitas guru
-          Meningkatkan mutu pendidikan nasional



Untuk link nya bisa dibuka di http://edukasiguru.com